Jimat Mesir Kuno
Ini scarab jimat Mesir Kuno dari abad ke-7 SM

Menurut Laporan TEMPO.CO - Sekelompok arkeolog dari San Diego baru saja menemukan jimat asal Mesir bertuliskan nama firaun terkuat, Sheshonq I, ketika menjelajahi sebuah tambang tembaga kuno di Yordania selatan. Artefak kecil tersebut membuktikan legenda bahwa Sheshonq pernah melancarkan serangan militer ke daerah tersebut 3 ribu tahun yang lalu.

Scarab (disebut begitu karena bentuk jimatnya seperti kumbang scarab) ditemukan di tambang tembaga kuno yang bernama Khirbat Hamra Ifdan di Distrik Faynan, sekitar 50 kilometer selatan Laut Mati. Situs yang ditemukan pada 2002 ini diduga digunakan untuk membuat logam sejak 3000-2000 sebelum Masehi. Tapi, bukti-bukti yang ditemukan di pabrik tersebut menunjukkan angka tahun 1000-900 sebelum Masehi.

Hieroglif pada jimat tersebut berbunyi: “Cahaya adalah milik Ra, dipilih sendiri oleh Amun/Ra”. Nama tersebut, seperti dikutip dari jurnal Antiquity pada akhir pekan lalu, sesuai dengan Sheshonq I, raja Dinasti Mesir yang ke-22 diyakini memerintah dari 945 sampai 923 sebelum Masehi.

Pemimpin penelitian dari University of California, San Diego, Thomas E. Levy, mengatakan, fungsi scarab berubah sepanjang sejarah Mesir. “Pernah digunakan jadi jimat, terkadang perhiasan, juga sering sebagai stempel pribadi,” ujarnya seperti dilansir Livescience.com, 22 September 2014.

Levy mengatakan scarab tak ditemukan melalui penggalian, melainkan di atas permukaan tanah oleh seorang mahasiswa pascasarjana saat dia mengelilingi Khirbat Hamra Ifdan. Meski belum diteliti secara arkeologis, scarab masih bisa membuktikan bahwa militer Mesir pernah menginvasi wilayah kaya mineral tersebut.

Penemuan scarab, kata Levy, juga membuka perdebatan lama tentang umur tambang tersebut dan keterkaitannya dengan peristiwa di Alkitab. Pada 1930, seorang rabi asal Amerika Serikat dan arkeolog Nelson Glueck mengklaim tambang tersebut sebagai tambang dalam dongeng Raja Salomo.

Pada 1970 dan 1980, beberapa arkeolog menentang pendapat itu. Mereka berpendapat bahwa Zaman Perunggu tak ada di Yordania sebelum abad ketujuh sebelum Masehi. Artinya, tambang itu lebih muda daripada pemerintahan Raja Solomo, yakni bertarikh abad ke-10 sebelum Masehi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences pada 2008, Levy dan rekan-rekannya menggunakan penanggalan radiokarbon untuk menunjukkan bahwa artefak di Khirbat en-Nahas, lokasi pertambangan dan peleburan tembaga kuno kuno lain di Faynan, dibuat pada abad ke-10 sebelum Masehi..

“Setelah ditemukannya jimat ini, perdebatan akan berakhir,” ujar Levy. Kini Levy dan rekan-rekannya telah memiliki bukti bahwa wilayah tersebut memang pernah diinvasi oleh Sheshonq I.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang tertera pada Alkitab berbahasa Ibrani. Dalam kitab itu disebutkan bahwa daerah tersebut pernah dieksploitasi oleh Raja Shisak-raja yang dianggap sebagai Sheshonq I. Raja asal Mesir ini, tulis kitab itu, disebut menginvasi wilayah selatan Yordania selama lima tahun setelah kematian Raja Salomo pada 931 sebelum Masehi.

Raja tersebut juga telah menaklukkan kota-kota di Lembah Yizreel dan Negev. Prasasti di kompleks Candi Karnak di kota Mesir kuno, Thebes, pun menceritakan invasi militer Sheshonq I ke wilayah tersebut.


0 komentar:

Posting Komentar

Tanggapan Anda selalu dihargai, tapi jangan :
1.) SP4M!
2.) H4TERS!
3.) PROMO!
4.) OUT TOPIC
5.) NOT P0RN0GRAPHY!
Disini tidak ada Link atau Url Aktif / Hidup! apabila tidak sesuai akan dianggap sampah dan dimasukkan ke filter spаm. Jadi mohon kerja samanya.